Kegiatan penyelamatan dan rehabilitasi orangutan di Sintang, Kalimantan Barat, merupakan program kerja sama antara Yayasan KOBUS dengan BKSDA Kalbar, Dirjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Program ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat Dayak di Desa Gurung Malih, Kecamatan Tempunak, berupa penggunaan areal hutan adat seluas 58 hektare sebagai area untuk sekolah hutan bagi orangutan.

 

Penyelamatan

Orangutan Yang Ada Di SOC Adalah Orangutan Hasil Penyerahan Masyarakat (Baik Secara Sukarela Maupun Dari Sitaan) Kepada BKSDA Kalbar.

Pemeriksaan Medis

Setiap orangutan yang baru masuk ke fasilitas soc akan diperiksa kesehatannya untuk kemudian ditangani sesuai kondisi kesehatannya Pemeriksaan Medis

Karantina

Karantina dilakukan terhadap orangutan yang masuk, untuk mencegah penularan penyakit dan mengidentifikasi kebutuhan
khusus orangutan

Hutan Adat

Masyarakat desa gurung malih menyediakan hutan desa mereka seluas 58 ha untuk digunakan sebagai area kegiatan pra pelepasliaran orangutan

Sekolah Hutan

Orangutan yang kesehatannya baik dan Morfologisnya normal dibawa ke sekolah hutan di hutan desa Gurung Malih untuk persiapan pelepasliaran

Persemaian Aren

Di Kampung Tembak masyarakat menyemaikan bibit aren untuk ditanam di hutan desa agar pasokan air tetap terjaga & mendapatkan nilai ekonomi

Berita Terkini

Mona, si bayi orangutan yang pandai berpura-pura

Setiappagi dan sore hari bayi orangutan di klinik Sintang Orangutan Centre mendapatkan susu sebagai tambahan asupan 

Jojo Akrab Dengan Cemong Dan seperti guru untuk orangutan lain

  Di sekolah hutan Tembak seperti biasa staf Sintang OrangutaCentre (SOC) mengambil data orangutan  Sejak tahun lalu Cemong mulai ke sekolah hutan dan dia langsung akrab dengan Jojo orangutan yang lebih lama sekolah.

Keterampilan mendapatkan makanan di hutan

Di Sekolah Hutan Tembak, illness orangutan perlu belajar mengenai keterampilan untuk bertahan hidup di hutan setelah pelepasliaran. Salah satu keterampilan yang harus dimiliki adalah bagaimana

Artikel Orangutan

Terra memanjat pohon saat di sekolah hutan

 Cemong telah memiliki keterampilan membuat sarang yang baik, demikian pula dengan Terra. Namun demikian, nampaknya Terra berpikir bahwa membuat sarang itu bukan karena keahlian Cemong,

Kebersamaan Oscar, Cemong dan Jojo

Pertemanan dan kebersamaan juga bisa ditemukan dalam keseharian orangutan. Ketika para keeper mengeluarkan bayi-bayi dari kandang bermalam untuk dibawa ke sekolah hutan

Keterampilan Mona Baik Saat Di Sekolah

Keterampilan Mona berkembang dengan baik saat di Sekolah Hutan.  Ketika para keeper membawa Mona, Aming, dan Jacques ke sekolah hutan, dia tampak sangat bersemangat.

Staff SOC

  • Narto Adang, S.Sos, 30, adalah Kepala Animal Keeper di Pusat Rehabilitasi Sintang Orangutan Center (SOC). Ia biasa disapa Adang, dan berasal dari Desa Tontang, Kecamatan Serawai. Adang suka membaca dan berolahraga terutama futsal dan sepak bola.

    Selengkapnya...

Facebook

JSN Sky template designed by